Tampilkan postingan dengan label Goldenwings Berbicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goldenwings Berbicara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Juli 2013

Kembali Untuk Pergi

Finally, I am coming back to Banda Aceh! 
Mungkin semuanya pada heran kenapa saya harus kembali kesini padahal seminggu lagi sudah lebaran. Yah, bukan untuk main-main sih. Tapi balik ke Banda disaat liburan ini karena perlu mempersiapkan sesuatu dan bertemu dengan beberapa orang “penting”. Kembali ke Banda Aceh, untuk persiapan pergi sesaat ^_^

Ternyata persiapan road to ILC UI tidak gampang. Tidak hanya dalam pengurusan proposal kegiatan ke pihak kampus dan instansi tertentu saja, tapi juga berpikir persiapan lain dari panitia pusat tentang kepengurusan proposal sosial project dan video budaya.

Pembuatan video yang bertemakan “Nusantara Berbudaya, Negeri Pemimpin Beridentitas Indonesia” sebenarnya tidak susah. At the first time, it’s just rather difficult to get ideas. But, after I had met with Aula who also become ILC delegate from Unsyiah, we create the idea!

Yap yap. Dengan membawakan kesenian khas Aceh, kami akan menampilkan sesuatu. InsyaAllah juga akan kami modifikasikan menjadi lebih menarik sehingga video terlihat lebih  yang mengagumkan.

Mau bagaimana pun, kami yang menjadi wakil Aceh harus tetap bisa menampilkan yang terbaik . Mulai dari tidak menghilangkan marwah aneuk muda Aceh yang pantang putus asa, dan sikap “dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung”.

Audiensi dengan pihak biro juga sudah fix. Audiensi ke pihak rektorat akan kami lakukan esok hari. InsyaAllah saya dan Aula akan mendapatkan kabar baik sehingga perjalanan menuju Jakarta sukses. Sungguh, ini semua memerlukan pengorbanan. Tidak mudah sebenarnya saya seorang mahasiswa biasa yang masih belum berprestasi ini mempersiapkan sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan nasional. Disini lah lagi-lagi dibutuhkan relasi yang banyak.

Hidup itu seperti jaring laba-laba. Dia akan selalu terkait satu dengan yang lain. Jika sudah baik disatu sisi, maka akan ada sisi lain yang mengikuti. InsyaAllaih itu juga akan baik. tapi jika sebaliknya ada sisi yang tidak baik, maka akan ada sisi yang tidak baik juga. Menjadi tugas kita lagi karena butuh kesungguhan untuk mengubah semua jaring yang ada.

Semoga saja perjalanan ke-3 ke tanah jawa ku ini menjadi lebih berarti. Semoga selalu ada yang mendoakan. Seperti kamu, ya, kamu. Yang sedang membaca tulisan ini :D
mohon doanyaa...

Senin, 29 Juli 2013

ILC UI 2013, Tunggulah Aku di Jakartamu

Tiba-tiba HP berdering pertanda sms masuk..
“Selamat ya dek jadi peserta ILC 2013. I am so proud of you!”
Deg! aku jelas saja tersentak. Ada apa gerangan. Apa benar aku terpilih menjadi delegasi ILC (Indonesia Leadership Camp) tahun ini?

Sms itu dibaca baik-baik lagi. Semuanya terasa antara sadar dan tidak! Sambil bergegas membuka internet dengan jantung yang berdetak kencang, tersirat sedikit pengharapan untuk benar-benar lulus seleksi. Ah tapi, mana mungkin lulus. Toh, saat pengumuman 50 besar saja namaku tidak tertera disana. Meskipun demikian, rasa khawatir itu mengalahkan rasa penasaranku. Aku segera membuka website www.ildp.ui.ac.id.

Perlahan ku baca satu-satu nama yang diawali dengan huruf K. Wah ternyata nama-nama peserta yang lulus diurut secara acak. Seperti ada bunga-bunga yang beterbangan disekitar kepala, Alhamdulillah namaku berada di nomor urut 58.

Aku langsung membalas sms tadi dan mengucapkan terima kasih. Dia sudah menjadi orang pertama yang menyampaikan berita gembira ini. Aku girang sekali. Akhirnya ke Jakarta!


Ada Apa Dengan Jakarta?

Mungkin menjadi hal yang bodoh karena “maruk” bisa ke Jakarta. Orang lain juga malah sudah sangat sering ke Jakarta kan? Keluar kota dan pergi ke pulau lain bukan lah hal yang aneh lagi sekarang. Orang dengan mudah bisa kemana saja.

Tapi ada hal yang beda. Aku bisa berkesempatan mengunjungi UI karena ILC diadakan disana. Senang rasanya karena bisa mengikuti jejak orang-orang yang menginspirasi untuk lulus di program ini.

Jakarta memang bukan kota yang asing lagi. Tapi, bagiku kota ini menjadi tempat dimana bisa merajut impian. Ya, saat SMA, aku juga pernah mewakili Aceh untuk mengikuti perlombaan disana. Tapi sayang, kurang beruntung. Tim dari Aceh gagal meraih juara. Dari kisah kekalahan ini lah membuatku termotivasi lagi untuk kembali ke Jakarta. Seakan tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dan berharap bisa memperbaiki kesalahan yang dulu pernah terjadi.

Mungkin juga menjadi hal yang muluk karena bisa mengunjungi UI. UI adalah Universitas yang paling aku kagumi sebelum UGM dan IPB. Jadi, jangan heran aku kegirangan saat mendengar kelulusan seleksi. Ya, bahkan senangnya tidak habis sampai tulisan ini dibuat.

ILC (Indonesia Leadership Camp) 2013


ILDP memiliki program yang hendak dijalankan, yakni: Indonesia Leadership Camp. Indonesia Leadership Camp (ILC) 2013 merupakan program yang berskala nasional yang ditujukan untuk mengoptimalkan dan mengakselerasi potensi bibit-bibit unggul muda Indonesia yang memiliki beragam latar belakang, peminatan, dan keahlian. Program ini diharapkan dapat menjadi tools bagi para pemimpin muda Indonesia yang memiliki kemampuan dan wawasan yang luas dan komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan nasional maupun global

Program ini pertama kali ku kenal sejak berkenalan dengan salah seorang senior di kampus. Dia adalah Mapres 2010 dari Fakultas Pertanian Unsyiah yang berkesempatan mengikuti ILC di tahun 2010. Dahulu, di tahun 2010, peserta yang mengikuti ILC adalah mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi di kampusnya. Jadi, mahasiswa yang berpotensi di tingkat fakultas atau universitas selanjutnya akan dikirim ke Jakarta.

Dengan sigap, aku pun sering bertanya tentang apa itu ILC. Aku tertarik karena serangkaian acaranya sangat bermanfaat dan bisa mendapatkan kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat.

Kamis, 18 Juli 2013

Si Bungong Ceudah

Wahe bungong ceudah hana ban. Tamse nyak dara nyang canden rupa. Diteuka bana dijak peuayang. Uroe ngon malam bungong didoda (Seulanga, Rafly)




Bunga Kamboja yang ternyata bukan berasal dari Negara Kamboja ini diam-diam bersemi di depan rumah beberapa minggu terakhir ^_^
It looks beautiful, doesn't it?

Bunga yang berasal dari Amerika ini mampu menepis anggapanku bahwa Kamboja adalah bunga yang angker. Tapi yaa, mau bunga secantik apa pun, kalau sudah ada di kuburan, pasti terkesan mengerikan! hehe

Padahal kesan angker itu 'kan relatif. Setiap bagian tumbuhan ini banyak gunanya untuk menyembuhkan penyakit. 
Batangnya bisa menyembuhkan pecah-pecah pada tumit dan dapat menurunkan panas badan. Tapi hati-hati dengan getahnya karena jika terkena mata, maka mata akan sakit.
Tak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia bukan?


Trims yang di Banda Aceh sudah mengirimkan bunga merahnya yang mempesona :D





Selasa, 25 Juni 2013

Nyan Kah Troh Linto!

Perjalanan Panjang
Kemarin, aku bersama Munzir dan ibu pergi ke kampung Meugat Meh, Nagan Raya, untuk menghadiri pesta pernikahan anak-ayah-istri-adik-ayahku (haha. Ribet). Meskipun kekerabatannya agak jauh, tapi hubungan kami antar keluarga sangat erat. Sekitar pukul 15.00 WIB, kami pun menuju kesana.
Untuk menuju sampai ke lokasi pernikahan, orang awam yang sudah biasa kesana hanya membutuhkan sekitar 30 menit. Tapi karena aku dibawah orang awam biasanya, hehe, perjalanan habis selama 100 menit! Waduh..
Perjalanan dari Meulaboh-Nagan Raya sebenarnya mulus-mulus saja. Tapi karena membonceng ibu dibelakang, jadi ada tuntutan untuk tidak boleh terlalu ngebut. Yah, alhasil, sampai disana pun kelamaan.
Sesampai disana, aku mencari tante dan memberitahu bahwa kami baru saja tiba. Wah, ternyata disana tante sibuk sekali! Sampai-sampai wajahku pun tak dikenali lagi :D
Suasana saat rombongan pengantin datang
         “Nyan kah troh linto!” seruan ini yang kudengar sampai berulang kali saat mencicipi es buah yang dihidangkan. Sejurus langsung kupalingkan wajah kearah jalan. Ternyata benar, “Pengantin  sudah tiba!”. Banyak sekali orang tua, anak-anak yang menyaksikan kedatangan pengantin baru ini. Seakan ikut tak ingin melepas moment penting ini, aku pun sigap dengan kamera ditangan.

Aceh dan Keragaman Budaya
                Aceh memiliki banyak suku. Ada suku asli Aceh, Gayo, Alas, Jamu, dan lain sebagainya. Adat dan budaya pun sedikit berbeda diantara beberapa daerah. Saat aku menghadiri resepsi pernikahan saudara, jelas terlihat bahwa mereka memakai adat yang biasa mereka lakukan. Sebelum rombongan linto (pengantin pria) memasuki rumah pengantin perempuan, sebelumnya tuan rumah dan rombongan saling berbalas pantun berbahasa daerah. Rombongan juga disambut dengan tarian tradisional Ranup Lampuan oleh penari-penari cilik.
Penari cilik kompromi sebelum tampil
Mereka menari dengan hari senang

Dan yang uniknya, saat sang linto masuk ke dalam rumah, linto tersebut digendong oleh 2 orang laki-laki dari kerabatnya. Entah apa artinya itu, tapi yang jelas, ini kejadian yang pertama sekali yang aku saksikan secara langsung. Hehe, maklum lah. Aku selalu malas untuk pergi ke resepsi pernikahan kecuali pernikahan kerabat dekat sendiri.
Sekitar hampir 1 jam berbincang-bincang dengan tante, aku mendengar semua curhatan tentang anaknya yang sekarang fokus dengan sepak bola. Yah, walau bagaimana pun, bakat itu tidak bisa dipaksa, dan sepertinya sekolah bola memang cocok untuk sepupuku, Khalil.



Waktu pun berjalan. Aku mengendarai si Vicky (Motorku) hati-hati, akhirnya kami pun tiba dirumah dengan selamat. Meskipun memakan waktu yang lama, setidaknya perjalanan ini sangat menyenangkan. Ada sisi positifnya. Salah satunya, menjadikan kita lebih peka dengan adat dan budaya daerah sendiri J
 Nah, sampai tulisan ini diketik pun, aku sedang membayangkan ada orang-orang yang berseru di depan rumahku nanti, “Nyan, kah troh linto!”. hehehe

Sabtu, 25 Mei 2013

Istimewakan Aceh dengan Pemuda Kreatif


Saya adalah mahasiswi semester 6 Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Unsyiah. Beberapa hari yang lalu saya mewakili Aceh untuk mengikuti salah satu forum kepemudaan pada tanggal 23-26 Mei di Bandung, Jawa Barat. Dari 1013 aplikan, saya dan Alyani Akramah Basar, partner dari Fakultas Kedokteran berhasil menjadi delegasi Aceh dari 200 peserta yang terpilih. IYF (Indonesia Youth Forum) memberikan pengalaman yang tak tergantikan karena saya dapat bertemu dengan orang-orang kreatif di seluruh Indonesia.

IYF merupakan forum yang mempertemukan para pemimpin muda Indonesia yang akan membahas peran pemuda dalam mengimplementasikan berbagai macam aktivitas untuk pencapaian MDGs, isu global dan lain-lain.  Di Forum ini saya banyak bertemu dengan tokoh inspirasi yang tentu saja membangkitkan semangat saya sebagai pemuda. Mulai dari pertemuan dengan Bupati Belitung Timur Basuri Tjahja Purnama, Dubes Indonesia, deputi Kemenkes, para CEO muda, bahkan bertemu langsung dengan Menpora RI, Roy Suryo.

Menjadi peserta untuk forum ini sama halnya dengan forum lainnya. Ada tahap seleksi esai dan wawancara. Namun, yang membuat forum ini berbeda dengan forum lainnya adalah masing-masing peserta harus sudah melakuan social project baik itu dibidang kesehatan, pendidikan, budaya, dan lain-lain di daerahnya masing-masing.

 Kegitan yang dilaksanakan oleh ISYF (Indonesia Student and Youth Forum) dan didukung oleh Menpora RI ini secara resmi dibuka di Gendung Merdeka Asia Afrika, Bandung. Pada acara pembukaan ini setiap delegasi dari masing-masing daerah diharuskan memakai pakaian adat. Saya sangat bangga bisa mewakili Nanggroe Aceh, menjadi provinsi paling barat Indonesia ternyata banyak menarik perhatian delegasi dari daerah lain.


Ternyata benar. Aceh adalah daerah yang istimewa di mata delegasi lain. Hal ini mulai terlihat karena saya memakain baju adat yang berbeda. Mereka sangat tertarik dengan motif baju adat yang unik. Selain itu, saya juga sering mendapatkan pertanyaan yang bertubi-tubi tentang tsunami, masjid Raya Baiturrahman, GAM, Bendera Aceh dan Syariat Islam. Banyak diantara mereka yang tidak tahu tentang fakta sebenarnya. Saya hanya bisa menjelaskan apa yang saya tahu agar mereka tidak salah paham. Terutama masalah Bendera.

Selama 4 hari di Bandung, kami lebih sering berdiskusi membahas tentang isu MDGs. Baik kesehatan, lingkungan, teknologi, globalisasi, dan pendidikan. Pada saat coaching clinic, saya memilih bidang social movement. Nah, di coaching clinic ini, saya berkesempatan bertemu langsung dengan Irfan Amalee, yang merupakan seorang penulis kreatif dan social entrepreneur. Diskusi bersama Irfan Amalee membahas bagaimana social project dilakukan dengan efisien dan efektif. Beliau juga menekankan bahwa pemuda zaman sekarang harus bisa menjadi penggerak. Hal ini salah satunya bisa dilakukan dengan menjadi seorang social entrepreneur.


Yang paling mengesankan adalah saat saya juga diberi kesempatan untuk bertemu dengan CEO muda yang sukses di Gedung Bank Indonesia, Bandung. Saya bertemu dengan Microsoft Community Affair Manager, President AIESEC Indonesia, penulis kreatif Founder AICT Indonesia dan Bapak Imam Gunawan sebagai Asdep Peningkatan SDM Pemuda dari Menpora RI. Melalui mereka, saya banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Ini membangkitkan saya untuk harus melakukan sesuatu untuk daerah saya sendiri, Aceh tercinta. Pemuda harus bergerak, pemuda harus beraksi!

Tidak hanya diskusi, saya dan delegasi lainnya juga berkesempatan ke Hutan Kota Bandung, Babakan Siliwangi. Kami menanam pohon untuk menjaga kelestarian hutan. Banyak wawasan yang tidak pernah saya dapatkan saat memasuki hutan kota ini. Hutannya masih  terlindungi, asri dan terlihat alami. Saya berpikir, bagaimana dengan Hutan Kota di Banda Aceh? kita tidak harus berpangku tangan menunggu tindakan dari pemerintah. Kita, para pemuda seharus lebih peka menjaga kelestarian.

Usai Car Free Day di Dago, deputi Kemenkes juga sangat senang saat saya menyinggung tentang Aceh didepan beliau. Pada saat Talk Show yang ditonton oleh seluruh masyarakat sepanjang jalan Dago, beliau membahas masalah pentingnya minum susu. Beliau berharap masyarakat Aceh juga tetap bisa menjaga kesehatan agar pemuda Aceh sehat dan siap menjadi pemimpin kelak.
Penutupan diadakan di Hotel Savoy Homann, Bandung. Lokasinya tidak jauh dari Gedung Merdeka Asia Afrika. Roy Suryo, selaku Menpora RI juga datang untuk memberikan motivasi yang sangat besar untuk semua delegasi. Kutipan beliau yang sangat saya tersentuh adalah “Think globally with local content”. Beliau memberitahukankepada seluruh generasi muda diseluruh penjuru Indonesia bahwa kita perlu  berpikir luas namun jangan meninggalkan nilai-nilai daerah. Seperti hal nya adat dan kesenian daerah. Globalisasi seharusnya tetap bisa menjaga nilai tradisional.

 Dari 200 perserta, terpilih lah Guntur Yanuar Astono, delegasi dari Malang yang programnyaa didukung penuh oleh Menpora. Social project guntur berhasil mendapatkan perhatian dari panitia dan Menpora. Ia akan mengikuti konferensi di Filipina beberapa waktu yang akan datang.

Pengalaman selama 4 hari sangat berkesan. Banyak hal baru yang saya dapatkan selama IYF. Tidak hanya sampai 4 hari saja, kami juga akan terus melaporkan social selama 6 bulan ke depan. Saya berharap, dengan adanya forum seperti ini, semangat perubahan untuk para pemuda, Aceh khususnya akan semakin meningkat. Tentu saja bukan untuk kepentingan pribadi, tapi juga untuk kepentingan kita bersama. Saya bangga bisa mewakili Aceh. Mulai sekarang, mari istimewakan Aceh dengan pemuda yang kreatif dan inovatif! Stand Up, Speak Up, Take Action!

Minggu, 07 April 2013

Manfaat Puasa Senin Kamis



Sudah hampir 2 minggu aku rutin berpuasa Senin-Kamis. Semoga tetap komit dan menjaga hawa nafsu. Ya, mungkin banyak diantara kita yang hanya berpuasa saat Bulan Ramadhan. Tapi ternyata berpuasa Senin Kamis juga banyak manfaatnya.

Puasa senin Kamis merupakan jalan untuk sukses meraih berbagai cita-cita dan keinginan ! ^_^
Berikut ini adalah Beberapa Kisah tentang Puasa senin kamis.

Mantan presidenBJ Habibie dikenal sebagai orang yang selalu merutinkan puasa sunnah senin kamis . Baginya puasa senin kamis merupakan salah satu kunci sukses dalam kehidupannya.

Prof. Dr. Ir Amin Aziz, pendiri Bank Muamalat, ICMI, Baitul Mal watta’wil (BMT) dan Partai Amanat Nasional (PAN), juga orang yang selalu membiasakan diri berpuasa senin kamis dan sholat tahajjud. ” Saya rutin puasa senin kamis dan sholat tahajjud sudah puluhan tahun. Alhamdulillah kedua ibadah sunah di atas berdampak positif dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi saya”

Pimpinan Majlis Az Zikra, ust Muhammad Arifin Ilham, sejak muda selalu rajin puasa sunah senin kamis. Ia selalu mengamalkan tujuh sunnah harian rasulullah SAW, dan salah satunya yaitu puasa sunnnah senin kamis.

Slah satu tokoh yang selalu berpuasa senin kamis adalah penyani Ivo Nilakhresna. Ibu aktris Astri Ivo itu mengaku sudah 20 tahun selalu puasa senin kamis dan alhamdulillah saya jarang sekali sakit walau kini usia saya 67 tahun.
Hikmah lain yang tak kalah pentingnya yaitu, puasa senin kamis meurpakan suatu jalan untuk meraih berbagai hajat / keinginan kita. Saya telah buktikan dalam hidup saya, betapa banyak keinginan dan cita-cita yang tercapai lantaran saya puasa senin kamis. Padahal kalau dihitung-hitung secara logika, rasanya sangat tidak masuk akal.

Minggu, 06 Januari 2013

Minggu Ceria di Rumah Sakit Jiwa


Pengalaman ini bermula dari undangan Himakagi (Himpunan Mahasiswa Kedokteran Gigi) Departemen Keputrian yang akan mengadakan kunjungan khusus ke Rumah Sakit Jiwa. Saat itu aku dan beberapa teman lainnya sedang duduk santai di sekret DetaK sambil menunggu tiba waktu rapat LPJ Milad yang beberapa bulan lalu dilaksanakan.

Rombongan mereka akan tiba di RSJ sekitar pukul 10.00. Jadi mereka berharap ada perwakilan DETaK yang bisa meliput kegiatannya. Awalnya aku agak berat, tapi setelah dipikir-pikir, aku menerima undangan itu dengan syarat harus ada yang menemani. Maklum, aku tidak pernah berkunjung ke RSJ. Aku mulai membayangkan bagaimana keadaan RSJ seperti yang ada di televisi. Cukup mengerikan. Yaa, tapi ini adalah kesempatan yang bagus. Aku menyukai pengalaman dan tantangan yang baru. Selain itu, aku juga bisa mengisi waktu libur dengan kegiatan yang lebih bermanfaat ^_^

Berdasarkan pernyataan Vivi, ketua Departemen Keputrian Himakagi yang aku wawancarai, mereka memang sengaja melakukan kunjungan ke RSJ. Sebelumnya mereka sudah sering mengunjungi panti asuhan. Selain dana yang memang mencukupi, mereka ingin ke RSJ agar dapat mengibur para pasien yang sangat jarang dikunjungi oleh keluarganya. Mereka memberikan sejumlah bantuan yaitu 55 pasang baju tidur, 21 pasang sandal, dan beberapa kue.

Langkah Pertama yang Deg-degan


Memasuki gerbang, terpampang tulisan besar “Rumah Sakit Jiwa”. Timbul rasa takutku. Betapa tidak? Aku tidak menyangka berkesempatan untuk meliput berita ditempat seperti ini. Biasanya hanya disekitar kampus. Ini RSJ loh! Haduh, aku mulai deg-degan. Terbayang adegan seperti yang biasanya ada di sinetron. Mengerikan.

Rumah sakitnya cukup gersang. Mungkin karena ada rekontruksi baru. Ini terlihat dari beberapa bangunan yang dihancurkan. Tidak banyak pohon yang tumbuh disekitanya. Keadaan ini semakin membuat kesan mengerikan.


Awal cerita bermula saat aku kebingungan mencari teman-teman dari Himakagi. Entah dimana mereka. Kebingungan , aku bertanya pada kakak-kakak di IGD. Ternyata mereka sedang menuju bangsal yang perempuan. Wah, dari IGD ke bangsal itu cukup lumayan jauh juga. Aku dan temannku berjalan berhati-hati. Harus tahan saat pasien yang laki-laki mulai iseng suit-suitan, menyapa tidak jelas, dan menyanyi keras untuk menarik perhatian kami. Aku mempercepat langkah. Takut! >.<

Eww! Beginikah kehidupan Rumah Sakit Jiwa?
Sampai di bangsal, kesan pertama adalah bau yang tidak sedap! Aku kurang tahu darimana bau ini berasal. Entah dari obat-obatan,  entahdari kotoran hewan. Tapi akhirnya aku sadar, ini bau pesing. Eww.

Selasa, 01 Januari 2013

Harapan Segenap Hati di Tahun Ganjil


Setelah sekian lama, akhirnya jemari ini mulai bergerak lagi di atas keyboard kesayanganku. Dengan paksaan pikiran dan perasaan, aku mulai menulis meski terkadang rasa jenuh berusaha mengalahkan.


Tak terasa, kini kita berada di tahun ganjil, 2013. Rasanya baru sebentar saja menikmati segala kegiatan ditahun lalu. Banyak harapan, kenyataan dan kenangan yang tercipta. Entah bagaimana, dulu aku terus merajut mimpi, mencapai harapan-harapan itu. Banyak sekali hambatan yang mendekat. Banyak juga hambatan yang berhasil aku lewati. Mesti terkadang aku juga berubah menjadi lemah dan tak berdaya saat ada cobaan yang (aku anggap) berat.


Alhamdulillah, aku masih dapat menghirup udara, menghembuskannya dengan perlahan, merasakan nikmatnya karunia yang Allah berikan sampai detik ini. Kesehatan, dan didekatkan dengan orang-orang yang senantiasa peduli dan memberikan kasih sayang.

Mei, Rajutan Kisah Masa Lalu

Tapi, dibalik itu semua, banyak juga kenangan yang akhirnya menjadi pelajaran.
Mei, adalah masa-masa aku dipusingkan dengan moment spesial, dia yang dulu sempat ada di hati. Bingung karena memikirkan hadiah apa yang bisa membuat ia senang. Bahkan dulu, aku sempat meminta bantuan dari teman untuk memilih hadiah yang tepat. Tapi sayang, merasa tidak cocok, aku memutuskan untuk membeli kue. Tak disangka, ternyata hadiahku yang sederhana itu bisa membuat nya senang. Terlebih lagi aku memberikannya sebuah karya tangan sendiri. Baginya, itu lebih dari sekedar hadiah. Yokatta.


Minggu, 11 November 2012

Kebahagian Munzir, Kebahagiaanku Juga


Foto-foto ini sebenarnya sudah lama diambil saat aku pulang kampung Hari Raya Idul Adha di Meulaboh. Saat itu Munzir, adik terkecilku ingin sekali bermain di FunLand. Karena memang ingin membuat Munzir senang, aku pun mengajaknya untuk bermain ria disana.

Tak sia-sia. Munzir senang bukan main. Serasa keinginannya terpenuhi malam itu. Aku jadi ikut senang, akhirnya bisa menemaninya dan melihatnya tertawa gembira.
ini lah beberapa foto yang berhasil aku ambil...

Kakak sayang Munzir ^_^








Kamis, 01 November 2012

Munzir on Action!


Hampir seminggu di Meulaboh untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. 30 Oktober, tepatnya hari selasa, aku bersiap kembali ke Banda Aceh. Hari raya kurban tahun ini kami rayakan sekeluarga tanpa kehadiran Zehir, adik pertamaku. Mungkin dia juga merasakan kesedihan karena tidak bisa berkumpul bersama. Dia sadar, merantau ke Jogyakarta adalah pilihan yang terbaik. Overall, lebaran aku masih bisa bersenda gurau dengan keponakan yang centil, makan lontong dan makan es krim buatan ibu, dan yang paling asik, nonton tivi lagi! :p

Kepergianku ke Banda Aceh untuk kembali kuliah lagi ternyata membuat Munzir bersedih. Gak ada lagi kawan main PS, gak ada lagi kawan berantem, gak ada lagi yang bisa mendongeng sebelum tidur. (ntah iya) Hehe

Lagi asik-asiknya packing, tiba-tiba Munzir melihat selempangku di dalam tas. Kemudian memakainya.  Padahal selempang ini sudah lama tidak aku pakai. Bahkan belum direparasi. Wakil II, padahal sebenarnya wakil I :p
Lucu, sambil berpose, buru-buru aku foto Munzir. Begini lah jadinya. Mentel! haha



Jangan heran kalau setiap kali melihat foto ini, aku jadi rindu dia.
Rindu kepolosannya, rindu keceriaannya...
Belajar yang rajin disana dek ^_^

Rabu, 17 Oktober 2012

Teknologi Pengolahan Kedelai Menjadi Tempe (THP Lab - Chapter II)


Haloha! Seminggu lebih vakum tidak blogging, I am multitasking! Halah. Alasan sebenarnya sih karena blog ini ada sedikit masalah, jadi ada beberapa postingan yang tertunda.


Oke, kita lanjut membahas praktikum yang sangat berkesan. Laboratorium THP (Teknologi Hasil Pertanian)! Nah, kalau minggu lalu kita sudah membahas sedikit tentang susu kedelai, maka kali ini, saya akan sedikit berbagi cerita tentang pengalaman di lab saat mengolah kedelai menjadi tempe ^_^

Tahap awal  pengolahan tempe sama saja dengan tahap awal pada pengolahan susu kedelai. Kacang kedelai harus terlebih dahulu dibersihkan, direbus dan direndam dahulu. Namun, yang membedakan adalah lama waktu perebusan dan perendamannya. Perebusan untuk tempe, kacang kedelainya harus direbus sampai empuk mungkin sekitar hampir satu jam lamanya. Setelah itu, kacang kedelai harus di rendam selama 24 jam, bukan 12 jam seperti pada pembuatan susu kedelai.

Rabu, 10 Oktober 2012

Teknologi Pengolahan Kedelai Menjadi Susu (THP Lab - Chapter I)

Selasa lalu, aku dan beberapa teman yang mengambil mata kuliah Teknologi Hasil Pertanian diharuskan mengikuti praktikum untuk membuat susu dari kacang kedelai. Meskipun agak kewalahan karena tidak mengikuti pengarahan minggu lalu, aku dan teman-teman sekelompok berusaha sebaik mungkin. Oleh karena itu, di tulisan ini, aku akan mencoba mengurai step by step pengolahannya dan sedikit menjelaskan teori tentang proses menjadi susu. Semoga bermanfaat! ^_^

Dua hari sebelum pengolahan susu dimulai. Masing-masing kelompok diharuskan untuk mengambil 1 kg dan kemudian membersihkannya dari kotoran-kotoran kecil seperti batu, sisa kayu, dan jagung. Setelah itu, 1 kg kacang kedelai dibersihkan dengan air. Setelah bersih, direbus selama 15 menit. Dan setelah 15 menit, kacang kedelai harus di rendam selama 12 jam.

Kenapa Kacang Kedelai Harus di Rebus?

Karena pembuatan susu kedelai berdasarkan proses ekspressi. Ekspressi merupakan proses pemisahan bahan padat dari cairannya dengan menggunakan tekanan (tenaga). Jenis makanan yang juga harus melalui proses ekspressi ini tidak hanya kedelai loh! Tapi juga untuk kacang tanah, biji bunga matahari dan kelapa. Dinding selnya harus dihancurkan terlebih dahulu sebelum cairannya dipisahkan. Oleh karena itu, perebusan dan pemanasan merupakan tahap utama yang harus dilakukan untuk pembuatan susu. Cara ini juga biasa dilakukan pada industri makanan dan minuman ^_^

kacang kedelai yang sudah di rendam 12 jam

Nah, kacang kedelai hasil rendaman ini harus dikupas kulit arinya. Mungkin disini lah agak sedikit timbul kegalauan. Pasalnya, saat itu aku agak telat merebus dan merendamnya. Alhasil, pengupasan kulit ari di rumah pun jadi telat! Padahal saat itu sudah menunjukkan pukul 6.00 WIB. Sedangkan kacang kedelai harus segera bersih dan dibawa ke lab pukul 08.00 WIB! Haduh. Aku mulai panik.

Sindiran Heboh: Yang Gaji Kamu Siapa?

Sejak video seorang Menteri Kominfo Rudiantara, beberapa waktu lalu beredar dan menghebohkan sejagat dunia maya dan dunia nyata, saya pun t...